Tampilkan postingan dengan label Fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiction. Tampilkan semua postingan

Kau Menyakitiku

Semenjak Baekhyun EXO dikabarkan tengah menjalin hubungan asmara denga Taeyeon SNSD gadisku berubah. Gadisku yang dulu ceria kini menjadi pendiam dan selalu terlihat murung. Bahkan beberapa kali aku melihatnya menangis. Dan kali ini aku menemukannya sedang menangis lagi.
“Kau  menangis?” tanyaku.
“Tidak.” jawabnya segera setelah menghapus jejak air mata di kedua pipinya.
“Aish, kau tak bisa membohongiku nona.” kataku sambil megacak-acak rambutnya.
“Hentikan, kau merusak tatanan rambutku!” rengeknya manja.

“Baiklah-baiklah.” Dengan berat hati kuhentikan aksiku. Sebenarnya menyenangkan sekali melihat ekspresi sebalnya itu, tapi aku tak mau gadisku marah. “Menangisi Baekhyun lagi?” tebakku sambil membawa tubuhnya ke dalam pelukanku. Aku tak mendengar suara apapun dari mulut gadisku ini. Tak beberapa lama terdengar suara isak tangisnya pecah di pelukanku. Dan kurasakan bajuku basah karena air matanya. Refleks, tanganku mengelus rambutnya dengan perlahan. “Menyukai seseorang bukanlah hal buruk. Tapi kalau berlebihan bisa menyakiti yang lain.” kataku kemudian semakin mengeratkan pelukanku. “Kau menyakitiku.” lanjutku dalam hati.

Kode?

Hening. Tak sepatah katapun keluar dari mulutku maupun mulut laki-laki yang yang sedang duduk di kursi pengemudi di sebelahku ini. Aku tak suka suasana seperti ini, aku merasa canggung dan tak tau apa yang harus kulakukan. Saat ini aku sedang dalam perjalanan menuju rumahku bersama Chanyeol oppa. Karena sudah malam, Jihyun meminta Chanyeol oppa mengantarku pulang setelah selesai mengerjakan tugas di rumahnya.

Melepasmu

Seperti pasangan-pasangan pada umumnya, malam minggu kali ini aku dan Baekhun menghabiskan waktu bersama. Kali ini aku dan Baekhyun hanya makan malam bersama di restoran dekat kampus yang sering kami kunjungi bersama, tapi makan malam kali ini akan berbeda dari yang sebelum-sebelumnya.

Aku Mencintaimu

Malam minggu kali ini Aku, Ahra dan Sera berkumpul di rumah Jihyun. Jihyun punya DVD film baru, dan kami akan melihatnya bersama. Chanyeol Oppa juga ikut bergabung bersama kami, dia kakak Jihyun dan aku menyukainya. Malam semakin larut, Ahra dan Sera yang sudah mulai mengantuk berpindah ke kamar Jihyun. Kini hanya Aku, Jihyun, dan Chanyeol Oppa yang tersisa. Karena terlalu menikmati film aku tidak menyadari Jihyun dan Chanyeol Oppa sudah tertidur di tempatnya. Pantas saja dari tadi aku tak medengar suara Jihyun maupun Chanyeol Oppa. Setelah film berakhir aku berencana membereskan ruang tamu Jihyun, namun saat aku akan beranjak dari sofa tempatku duduk tiba-tiba kepala Chanyeol Oppa yang duduk di sampingku terkulai di bahuku kemudian tangannya memeluk pinggangku. Aku membeku dibuatnya. Aku tak tau harus berbuat apa. Aku tak berani bergerak, takut membangunkannya.
“Nana.” gumam Chanyeol Oppa.
“Ya?” jawabku ragu, aku pikir Chanyeol Oppa sudah bangun.

“Aku mencintaimu.” gumamnya kemudian semakin mengeratkan pelukannya. Aku semakin membeku dibuatnya. Apa Chanyeol Oppa baru saja menyatakan perasaanya?

Masa Pertumbuhan Si Bungsu 48

Ini adalah curhatanku semalem
yang aku tuangkan dalam bentuk karangan yang sangat GJ (Read: Ga Jelas), hehhe.. :D
Happy Reading.. ;)

Truth or Dare

Sadnight kali ini Nana akan menghabiskannya bersama Ahra, Jihyun dan Sera. Berbagai kegiatan mereka lakukan, mulai dari nonton film di bioskop, jalan-jalan, shoping, makan dan berakhir dengan menginap di rumah Jihyun.

SEPATU COUPLE


“Selamat ulang tahun.” kata Baekhyun, kemudian mencium pipiku singkat. Tak lama kemudian Baekhyun memberikan sebuah kotak yang sudah dibungkus rapi dengan kertas kado berwarna baby blue dengan gambar teddy bear.
“Apa ini?” tanyaku.

HANYA DIRIMU

“Setiap laki-laki akan bersikap baik dan lembut pada wanita yang disukainya, apakah itu benar?” tanyaku pada Baekhyun yang sedang memainkan PSPnya.
“Aku tak tau. Kenapa tiba-tiba kau menanyakan hal seperti itu?” jawabnya, masih fokus dengan game yang sedang dimainkannya.

CINTA?

Nana, namanya. Saat pertama kali bertemu dengan gadis itu, jantungku berdetak tak menentu. Sejak saat itu, bayangan selalu muncul di pikiranku. Kulit putih, mata coklat, bulu mata yang lentik, hidung yang mancung, bibir tipis, dan rambut hitam panjang yang dibiarkan tergerai membuatnya terlihat cantik dimataku. Senyumnya begitu menawan. Hanya dengan melihat senyumnya mampu membuatku bahagia. Membuatku selalu ingin melitat senyum itu. Hanya dengan memikirkannya saja mampu membuat jantungku berdetak dengan cepat. Ingin sekali bertegur sapa dengannya. Namun, berada didekatnya saja dapat membuatku gugup setengah mati. Hanya dapat melihatnya dari kejauhan, seperti pecundang. Ada apa denganku? Kenapa aku jadi seperti ini? Apa ini yang namanya cinta? Ah, entahlah….

UNEXPECTED

Pagi itu cuaca sangat cerah. Dengan santai seorang gadis berjalan memasuki halaman sekolahnya. Bibirnya berkumat-kamit  menggumamkan sebuah lagu yang didengar dari hedset yang menggantung di telinganya. Saking asiknya dia tak memperhatikan jalan dan tanpa sengaja menabrak seseorang di depannya. Gadis itu menunduk dan meminta maaf atas kecerobohannya, “Maafkan aku. Aku memang ceroboh tidak memperhatikan jalan dan tanpa sengaja menabrakmu. Aku benar-benar minta maaf.”

Morning Kiss


Judul     : Morning Kiss
Autor    : gC
Cast      : -  Choi Nana/aku/reader
 -    Lee Jinki/Onew
Genre   : Romance, Comedy –maybe-
Length  : Oneshoot
Rating   : PG-17

My Love Story

Hallo..
Akhirnya aku bisa kembali lagi setelah melewati UAS dan lain sebagainya. Kali ini aku balik dengan membawa fanfiction. Fanfiction keduaku, hehhe.. :D

Baiklah, tak perlu banyak-banyak, happy reading.. :)


Don’t Say Goodbye

Hello...
Kali ini aku bawa fanfiction !! FF pertamaku, jadi harap maklum kalo FFnya GJ !! hahay...
Happy reading.... 

Pengorbanan Terakhir

“wah, cekatan juga manager klub kita yang baru ini. Datang jam berapa Na?” tanya Violone pada Lana.
                “Jam setengah delapan pagi, sebaga manajer aku kan haru datang lebih awal dari kalian.” Jawab Lana.
                “Handuk-handuk ini baru ya Na?” tanya Nendend sambil menciumi handu putih di dalam loker perlengkapan mandi.
                “Iya , semua handuk baru! Minggu lalu aku buat proposal ke Kepsek buat nyuplai handuk dan seragam barubuat kalian.”
                “seragam baru?” tanya Gita dan Dhenis bersamaan.
                “Untuk bertanding melawan SMA Tunas Bangsa, kita butuh seragam baru dan semangat baru!”
                “Lho, kapan? Kok kita nggak tau?” tanya Violine
                “Pertandingannya tanggal 7 bulan depan. Jadi, sebulan ini kalian harus latihan dengan semangat yha!” seru Lana.
~~~
                Sejak masuk SMA Merah Putih, Lana sagita sudah mengincar jabatannya sebagai manajer klub basket, ekskul anadlan sekolah yang sudah terkenal smpai ke tingkat nasional.
                Gadis ini sebenarnya pandai bermain basket tetapi kondisi tubuhnya tidak mengijinkan. Dia mengidap penyakit asma. Waktu SMP, dia pernah mengikuti ekskul basketsebagai anggota tim reguler. Akan tetapi, saat pertandingan melawan SMP 2 Malang, asmanya kambuh dan harus dirawat di rumah sakit selama 3 minggu. Setelah kejadian itu, orang tuanya tidak mengizinkan anak semata wayang mereka mengikuti ekskul olahraga apapun.
                Alangkah senamgnya Lana, mengetahui SMA yang dia masuki ada ekskul basketnya dan setiap ekskul ada manajernya. Oleh karena itu, dia menginca manajer klub basket cewek.
~~~

SAHABAT


Sherin adalah cewek cantik, baik, dan banyak temen. Dia punya sahabat yang slalu ada . untuknya. Sahabat Sherin bernama Riza. Riza adalah cowok ganteng pinter, baik dan terkenal di sekolahnya. Namun, Riza punya kebiasaan buruk, yaitu sering ganti-ganti cewek. Beda sama serin, yang belum pernah pacaran. Sherin dan Riza udah sahabatan sejak mereka masih kecil, jadi masing-masing tau baik buruknya sahabatnya itu. Maklum rumah mereka berdampingan, sejak SD sampai sekarang SMP kelas 2 mereka satu kelas. Kemana-mana mereka juga pergi berdua.

CINTA DALAM HATI

     Alvin adalah cowok pendiem, pinter, keren, tak heran banyak cewek yang suka sama dia. Termasuk Andrea, cewek pendiem, pinter, tidak cantik, dan tak banyak orang yang kenal sama dia. sudah lama Andrea menjadi pengagum rahasia Alvin, sejak Andrea masih duduk di kelas 1 SMP sampai sekarang Andrea duduk di kelas 2 SMA. Sedangkan Alvin sudah kelas 3 SMA dan sebentar lagi Alvin lulus dan rencananya Alvin akan kuliah di Malang. Dan mungkin Alvin akan menetap di sana, maklumorang tua Alvin menetap di Malang.
     Andrea cukup cemas dengan rencana Alvin. Selama ini Andrea udah ngasih yang terbaik untuk Alvin meskipun Alvin gak pernah tau. Misalnya Andrea ngasih buku yang diinginkan Alvin, gak tau Andrea tau info dari mana. Yang jelas Andrea memang benar-benar cinta sama Alvin, meskipun itu hanya cinta dalam hati.