SAHABAT


Sherin adalah cewek cantik, baik, dan banyak temen. Dia punya sahabat yang slalu ada . untuknya. Sahabat Sherin bernama Riza. Riza adalah cowok ganteng pinter, baik dan terkenal di sekolahnya. Namun, Riza punya kebiasaan buruk, yaitu sering ganti-ganti cewek. Beda sama serin, yang belum pernah pacaran. Sherin dan Riza udah sahabatan sejak mereka masih kecil, jadi masing-masing tau baik buruknya sahabatnya itu. Maklum rumah mereka berdampingan, sejak SD sampai sekarang SMP kelas 2 mereka satu kelas. Kemana-mana mereka juga pergi berdua.

                Di pagi hari yang cerah, Riza dan Sherin berangka sekolah bersama. Mereka berangkat dengan jalan kaki. Rumah mereka berada di komplek perumahan di belakang sekolah. Di perjalanan, mereka ngobrol tentang cewek yang lagi di taksir sama Riza
                “Rin…”
                “Apa Za???”              
                “Apa pendapat lo tentang Chaca?”
                “Chaca! Yang mana?”
                “Itu lho, anak OSIS kelas 2A.”
                “Oh… adinda Chaca! Menurut gue, di cantik, pinter, juga baik. Emangnya kenapa?”
                “Gue suka sama dia! Lo bantuin gue yha!”
                “Bantuin apa?” Sherinmengerutkan keningnya karena bingung.
                “Lo kan anak OSIS, Chaca juga anak OSIS. Lo jomlangin gua ma Chaca dong!”
                “Ogah ah!!!! Lo deketin aja sendiri.” Sherin menjulurkan lidahnya dan berlari. Karena takut Riza mengacak-acak rembutnya yang masih basah.
                Bel masuk telah berbunyi. Semua murid masuk kelasnya masing-masing. Jam pertama di kelas Sherin adalah Sejarah. Pelajaran yang sangat dibenci Sherin dan hampir sebagian teman sekelas Sherin. Karena gurunya yang super kiler. Saat P. Eko masuk, semua anak duduk dengan rapi.
                “Keluarkan buku PR kalian!” pinta P. Eko. Semua anak segera mengeluarkan buku PR masing- masing, kecuali Sherin.
                “Za, lo kok gak bilang ada PR Sejarah!” kata Sherin pada Riza yang duduk di belakangnya dengan berbisik.
                “Sorry gue juga lupa ngasik tau lo!”
                “Sherin…..” panggil P. Eko yang melihat Sherin berbisik pada Riza.
                “Iya Pak!!!” jawab Sherin kaget
                “Mana buku PR kamu?”
                “Belum ngerjakan Pak, lupa!!!” jawab Sherin dengan santainya
                “Apa, belum ngerjakan! Kamu tau han resikonya kalo tidak mengerjakan PR dari saya?”
                “Tau Pak. Tidak boleh mengikuti pelajaran Bapak.”
                “Bagus kalo kamu tau, silakan keluar!!!” kata P. Eko. Dengan senang hati Sherin keluar kelas dan tidak mengikuti pelajaran Sejarah yang di bencinya itu.
                Keluar dari kelas, Sherin melangkahkan kakinya menuju perpustakaan, tempat yang membuatnya tenang. Samapai di perpus Sherin menuru rak buku faforitnya, rak buku fiksi. Sherin mencari buku fiksi yang belum pernah di bacanya,…….. Setelah menemukan buku yang dicarinya, Sherin segera menuju bangku faforitnya di ujung barat di depan jendela.
                Baru membuka cover depan buku itu, seorang cowok duduk di samping Sherin. Sherin mengurungkan niatnya untuk membaca dan menoleh pada cowok itu. Sherin menemukan Riza di sampingnya.
                “Lho… Kok kamu disini? Bukanya seharusnya kamu ada di kelas?”
                “Pengen aja!”
                “Ah.. Lo ini!”
                “Gue di suruh keluar sama Pak Eko.”
                “Kok bisa? Cerita donk!”
                “Gue gak kumpuli buku PR gue!”
                “Kenapa?”
                “Gue gak tenga ngeliat lo disuruh kelur kelas sendiri.”
                “Kenapa?”
                “Gue bakal lakuin apa aja biar lo gak sendiri dan lo seneng!”
                “Kok gitu sih?”
                “Karena lo sahabat gue!” jawaB Riza. Sherin hanya tersenyum mendengar jawaban Riza dan meneruskan membacanya.

0 Response to "SAHABAT"

Posting Komentar